Rabu, 25 Desember 2024

Ki Hadjar Dewantara dan Konsep Pendidikan yang Merdeka

Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, telah mewariskan pemikiran-pemikiran brilian tentang pendidikan yang masih relevan hingga saat ini. Filosofi pendidikannya yang terkenal, "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani", serta konsep merdeka belajar, menjadi landasan penting dalam sistem pendidikan Indonesia. Mari kita ulas lebih lanjut.


Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

  • Ing Ngarso Sung Tulodo: "Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik." Prinsip ini menekankan pentingnya keteladanan bagi seorang guru. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga harus menjadi contoh dalam perilaku, sikap, dan nilai-nilai luhur.
  • Ing Madya Mangun Karsa: "Di tengah, seorang pendidik harus menciptakan prakarsa dan ide." Guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk aktif, kreatif, dan berpikir kritis. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa dapat mengembangkan potensi mereka.
  • Tut Wuri Handayani: "Di belakang, seorang pendidik harus memberikan dorongan dan arahan." Guru memberikan dukungan dan bimbingan kepada siswa sesuai dengan kodrat alam dan zamannya. Guru tidak memaksa, tetapi mengarahkan dan memotivasi siswa untuk mencapai tujuan belajarnya.

Relevansi Konsep Merdeka Belajar di Era Modern

Konsep merdeka belajar yang digagas Ki Hadjar Dewantara menekankan kemerdekaan siswa dalam belajar. Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan minat dan bakatnya. Konsep ini semakin relevan di era modern yang ditandai dengan:

  • Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi: Akses informasi yang mudah dan cepat memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri dan eksploratif.
  • Tuntutan keterampilan abad 21: Dunia modern membutuhkan individu yang kreatif, kritis, komunikatif, dan kolaboratif. Merdeka belajar memfasilitasi pengembangan keterampilan-keterampilan tersebut.
  • Pergeseran paradigma pembelajaran: Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, tetapi pada siswa. Siswa menjadi subjek belajar yang aktif dan bertanggung jawab.

Implementasi Konsep Merdeka Belajar dalam Sistem Pendidikan Indonesia

Konsep merdeka belajar telah diimplementasikan dalam berbagai kebijakan dan program pendidikan di Indonesia, antara lain:

  • Kurikulum Merdeka: Memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan guru untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa.
  • Platform Merdeka Mengajar: Menyediakan berbagai sumber belajar digital dan pelatihan online untuk guru.
  • Asesmen Nasional: Mengukur kemampuan literasi, numerasi, dan karakter siswa, serta iklim sekolah yang mendukung pembelajaran.

Filosofi dan konsep pendidikan Ki Hadjar Dewantara tetap relevan dan menjadi landasan penting dalam sistem pendidikan Indonesia di era modern. Konsep merdeka belajar memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri secara optimal dan menjadi individu yang siap menghadapi tantangan zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Latihan Soal IPAS

  Memuat…